Pola Desain - Mencegah Pola Filter

Pola desain filter intersep digunakan ketika kita ingin melakukan pra-pemrosesan / pasca-pemrosesan dengan permintaan atau respons aplikasi. Filter ditentukan dan diterapkan berdasarkan permintaan sebelum meneruskan permintaan ke aplikasi target yang sebenarnya. Filter dapat melakukan otentikasi / otorisasi / logging atau pelacakan permintaan dan kemudian meneruskan permintaan ke penangan yang sesuai. Berikut adalah entitas dari jenis pola desain ini.

  • Filter - Filter yang akan melakukan tugas tertentu sebelum atau sesudah eksekusi permintaan oleh penangan permintaan.

  • Filter Chain - Rantai Filter membawa banyak filter dan membantu menjalankannya dalam urutan yang ditentukan sesuai target.

  • Target - Objek target adalah penangan permintaan

  • Filter Manager - Manajer Filter mengelola filter dan Rantai Filter.

  • Client - Klien adalah objek yang mengirimkan permintaan ke objek Target.

Penerapan

Kami akan membuat FilterChain , FilterManager , Target , Klien sebagai berbagai objek yang mewakili entitas kami. AuthenticationFilter dan DebugFilter mewakili filter konkret.

InterceptingFilterDemo , kelas demo kami, akan menggunakan Klien untuk mendemonstrasikan Pola Desain Filter Intercepting.

Langkah 1

Buat antarmuka Filter.

Filter.java

public interface Filter {
   public void execute(String request);
}

Langkah 2

Buat filter beton.

AuthenticationFilter.java

public class AuthenticationFilter implements Filter {
   public void execute(String request){
      System.out.println("Authenticating request: " + request);
   }
}

DebugFilter.java

public class DebugFilter implements Filter {
   public void execute(String request){
      System.out.println("request log: " + request);
   }
}

LANGKAH 3

Buat Target

Target.java

public class Target {
   public void execute(String request){
      System.out.println("Executing request: " + request);
   }
}

LANGKAH 4

Buat Rantai Filter

FilterChain.java

import java.util.ArrayList;
import java.util.List;

public class FilterChain {
   private List<Filter> filters = new ArrayList<Filter>();
   private Target target;

   public void addFilter(Filter filter){
      filters.add(filter);
   }

   public void execute(String request){
      for (Filter filter : filters) {
         filter.execute(request);
      }
      target.execute(request);
   }

   public void setTarget(Target target){
      this.target = target;
   }
}

LANGKAH 5

Buat Manajer Filter

FilterManager.java

public class FilterManager {
   FilterChain filterChain;

   public FilterManager(Target target){
      filterChain = new FilterChain();
      filterChain.setTarget(target);
   }
   public void setFilter(Filter filter){
      filterChain.addFilter(filter);
   }

   public void filterRequest(String request){
      filterChain.execute(request);
   }
}

LANGKAH 6

Buat Klien

Client.java

public class Client {
   FilterManager filterManager;

   public void setFilterManager(FilterManager filterManager){
      this.filterManager = filterManager;
   }

   public void sendRequest(String request){
      filterManager.filterRequest(request);
   }
}

LANGKAH 7

Gunakan Klien untuk mendemonstrasikan Pola Desain Filter Mencegat.

InterceptingFilterDemo.java

public class InterceptingFilterDemo {
   public static void main(String[] args) {
      FilterManager filterManager = new FilterManager(new Target());
      filterManager.setFilter(new AuthenticationFilter());
      filterManager.setFilter(new DebugFilter());

      Client client = new Client();
      client.setFilterManager(filterManager);
      client.sendRequest("HOME");
   }
}

LANGKAH 8

Verifikasi hasilnya.

Authenticating request: HOME
request log: HOME
Executing request: HOME