DCN - Transmisi Nirkabel

Transmisi nirkabel adalah bentuk media yang tidak terarah. Komunikasi nirkabel tidak melibatkan hubungan fisik yang dibuat antara dua atau lebih perangkat, berkomunikasi tanpa kabel. Sinyal nirkabel tersebar di udara dan diterima serta diinterpretasikan oleh antena yang sesuai.

Ketika antena dipasang ke sirkuit listrik komputer atau perangkat nirkabel, itu mengubah data digital menjadi sinyal nirkabel dan menyebar ke seluruh dalam rentang frekuensinya. Reseptor di ujung lain menerima sinyal-sinyal ini dan mengubahnya kembali menjadi data digital.

Sebagian kecil spektrum elektromagnetik dapat digunakan untuk transmisi nirkabel.

Transmisi Radio

Frekuensi radio lebih mudah dibangkitkan dan karena panjang gelombangnya yang besar dapat menembus dinding dan struktur yang sama Gelombang radio dapat memiliki panjang gelombang dari 1 mm - 100.000 km dan memiliki frekuensi mulai dari 3 Hz (Frekuensi Sangat Rendah) hingga 300 GHz (Sangat Tinggi Frekuensi). Frekuensi radio dibagi lagi menjadi enam pita.

Gelombang radio pada frekuensi yang lebih rendah dapat merambat melalui dinding sedangkan RF yang lebih tinggi dapat berjalan dalam garis lurus dan memantul kembali. Kekuatan gelombang frekuensi rendah menurun tajam saat menempuh jarak yang jauh. Gelombang radio frekuensi tinggi memiliki daya lebih.

Frekuensi yang lebih rendah seperti pita VLF, LF, MF dapat merambat di tanah hingga 1000 kilometer, di atas permukaan bumi.

Gelombang radio dengan frekuensi tinggi mudah diserap oleh hujan dan hambatan lainnya. Mereka menggunakan ionosfer atmosfer bumi. Gelombang radio frekuensi tinggi seperti pita HF dan VHF disebarkan ke atas. Ketika mencapai Ionosfer, mereka dibiaskan kembali ke bumi.

Transmisi Gelombang Mikro

Gelombang elektromagnetik di atas 100 MHz cenderung bergerak dalam garis lurus dan sinyal di atasnya dapat dikirim dengan memancarkan gelombang tersebut ke satu stasiun tertentu. Karena Gelombang Mikro bergerak dalam garis lurus, pengirim dan penerima harus sejajar agar benar-benar dalam garis pandang.

Gelombang mikro dapat memiliki panjang gelombang mulai dari 1 mm - 1 meter dan frekuensi mulai dari 300 MHz hingga 300 GHz.

Antena gelombang mikro memusatkan gelombang membuat sorotan. Seperti yang ditunjukkan pada gambar di atas, beberapa antena dapat disejajarkan untuk menjangkau lebih jauh. Gelombang mikro memiliki frekuensi yang lebih tinggi dan tidak menembus dinding seperti penghalang.

Transmisi gelombang mikro sangat bergantung pada kondisi cuaca dan frekuensi yang digunakannya.


Transmisi Inframerah

Gelombang inframerah terletak di antara spektrum cahaya tampak dan gelombang mikro. Ini memiliki panjang gelombang 700-nm hingga 1-mm dan rentang frekuensi dari 300-GHz hingga 430-THz.

Gelombang infra merah digunakan untuk keperluan komunikasi jarak yang sangat pendek seperti televisi dan jarak jauhnya. Inframerah bergerak dalam garis lurus sehingga sifatnya terarah. Karena rentang frekuensi yang tinggi, Inframerah tidak dapat melewati rintangan seperti dinding.

Transmisi Cahaya

Spektrum elektromagnetik tertinggi yang dapat digunakan untuk transmisi data adalah sinyal cahaya atau optik. Ini dicapai dengan menggunakan LASER.

Karena penggunaan cahaya frekuensi, ia cenderung bergerak secara ketat dalam garis lurus, oleh karena itu pengirim dan penerima harus berada dalam garis pandang. Karena transmisi laser bersifat searah, pada kedua ujung komunikasi, laser dan detektor foto perlu dipasang. Sinar laser umumnya memiliki lebar 1mm sehingga merupakan pekerjaan presisi untuk menyelaraskan dua reseptor jauh yang masing-masing mengarah ke sumber laser.

Laser bekerja sebagai Tx (pemancar) dan foto-detektor bekerja sebagai Rx (penerima).

Laser tidak dapat menembus rintangan seperti dinding, hujan, dan kabut tebal. Selain itu, sinar laser terdistorsi oleh angin, suhu atmosfer, atau variasi suhu di jalur.

Laser aman untuk transmisi data karena sangat sulit untuk memanfaatkan laser lebar 1mm tanpa mengganggu saluran komunikasi.