Pemecahan Masalah Kreatif - Karakteristik

Upaya untuk membangun hubungan antara kecerdasan dan pemecahan masalah secara kreatif telah dilakukan berkali-kali, tetapi setelah penelitian bertahun-tahun, para psikolog menyimpulkan bahwa kreativitas tidak sama dengan kecerdasan. Seseorang bisa jauh lebih kreatif daripada cerdas, atau sebaliknya tanpa pengaruh pada parameter lain.

Dengan pemikiran produktif, tujuannya adalah untuk menciptakan pendekatan yang berbeda dan mempertimbangkan pendekatan yang paling tidak jelas atau mungkin. Pemecahan masalah secara kreatif menciptakan kemauan untuk terus mencari pendekatan yang berbeda, meskipun solusi yang menjanjikan telah ditemukan untuk suatu masalah.

Pemikiran yang kaku cenderung menghasilkan ketidakmampuan dalam memecahkan masalah karena metode pemecahan masalah tersebut mengandalkan pengalaman masa lalu untuk bisa berhasil. Metode pemecahan masalah seperti itu, dengan demikian, disebut pemikiran reproduktif.

Alasan utama bagi pemikir kreatif yang sangat produktif untuk menciptakan begitu banyak ide yang kaya, beragam, dan berbeda adalah karena mereka mencari perspektif baru yang mungkin tidak pernah dipertimbangkan oleh siapa pun. Langkah pertama dari pemecahan masalah secara kreatif, oleh karena itu, adalah memvisualisasikan ulang masalah dengan berbagai cara yang unik. Beberapa cara pertama untuk melihat masalah mungkin terlalu reproduktif untuk menghasilkan solusi unik.

Dengan setiap lapisan restrukturisasi yang berbeda, pemahaman masalah meningkat, yang membawa pemikir ke akar masalah. Pada titik ini, seorang pemikir kreatif meninggalkan semua langkah pemikiran reproduktif yang berasal dari pengalaman masa lalu mereka dan mengkonsep ulang masalah. Kemampuan lain yang dicatat dari pemikir kreatif adalah bahwa mereka dapat mengelola untuk beroperasi di antara opini yang ambivalen dan subjek yang tidak kompatibel.

Contoh

Penemuan pertama Edison tentang bola lampu yang merupakan sistem pencahayaan paling awal yang melibatkan penggabungan kabel di sirkuit paralel dengan filamen resistansi tinggi di bohlamnya. Ide menggunakan sirkuit paralel dan kabel resistansi adalah dua pemikiran yang berlawanan yang tidak muncul dalam pemikiran konvensional saat itu, tetapi Edison dapat melihat hubungan antara dua hal yang tidak kompatibel.