Kode Biner

Dalam pengkodean, ketika angka, huruf atau kata diwakili oleh sekelompok simbol tertentu, dikatakan bahwa angka, huruf atau kata sedang dikodekan. Kelompok simbol disebut sebagai kode. Data digital direpresentasikan, disimpan dan ditransmisikan sebagai kelompok bit biner. Grup ini disebut juga sebagaibinary code. Kode biner diwakili oleh angka serta huruf alfanumerik.

Keuntungan dari Kode Biner

Berikut adalah daftar keuntungan yang ditawarkan oleh kode biner.

  • Kode biner cocok untuk aplikasi komputer.

  • Kode biner cocok untuk komunikasi digital.

  • Kode biner membuat analisis dan perancangan rangkaian digital jika kita menggunakan kode biner.

  • Karena hanya 0 & 1 yang digunakan, implementasi menjadi mudah.

Klasifikasi kode biner

Kode-kode tersebut secara luas dikategorikan ke dalam empat kategori berikut.

  • Kode Tertimbang
  • Kode Tidak Berbobot
  • Kode Desimal Berkode Biner
  • Kode Alfanumerik
  • Kesalahan Mendeteksi Kode
  • Kesalahan Mengoreksi Kode

Kode Tertimbang

Kode biner tertimbang adalah kode biner yang mematuhi prinsip bobot posisi. Setiap posisi angka mewakili bobot tertentu. Beberapa sistem kode digunakan untuk menyatakan angka desimal 0 sampai 9. Dalam kode ini setiap digit desimal diwakili oleh sekelompok empat bit.

Kode Tidak Berbobot

Dalam jenis kode biner ini, bobot posisi tidak ditetapkan. Contoh kode tidak berbobot adalah kode Kelebihan-3 dan kode Gray.

Kelebihan-3 kode

Kode Kelebihan-3 juga disebut sebagai kode XS-3. Ini adalah kode tanpa bobot yang digunakan untuk menyatakan angka desimal. Kata kode Kelebihan-3 berasal dari 8421 kata kode BCD yang menambahkan (0011) 2 atau (3) 10 ke setiap kata kode pada 8421. Kelebihan-3 kode diperoleh sebagai berikut -

Contoh

Kode Abu-abu

Ini adalah kode tanpa bobot dan bukan kode aritmatika. Itu berarti tidak ada bobot khusus yang ditetapkan ke posisi bit. Ini memiliki fitur yang sangat istimewa, hanya satu bit yang akan berubah setiap kali bilangan desimal bertambah seperti yang ditunjukkan pada gambar. Karena hanya satu bit yang berubah pada satu waktu, kode abu-abu disebut sebagai kode jarak satuan. Kode abu-abu adalah kode siklik. Kode abu-abu tidak dapat digunakan untuk operasi aritmatika.

Penerapan kode Gray

  • Kode abu-abu populer digunakan dalam encoder posisi poros.

  • Encoder posisi poros menghasilkan kata kode yang mewakili posisi sudut poros.

Kode Binary Coded Decimal (BCD)

Dalam kode ini setiap digit desimal diwakili oleh bilangan biner 4-bit. BCD adalah cara untuk mengekspresikan setiap angka desimal dengan kode biner. Dalam BCD, dengan empat bit kita dapat merepresentasikan enam belas angka (0000 sampai 1111). Tetapi dalam kode BCD hanya sepuluh pertama yang digunakan (0000 hingga 1001). Enam kombinasi kode yang tersisa yaitu 1010 hingga 1111 tidak valid di BCD.

Keuntungan dari Kode BCD

  • Ini sangat mirip dengan sistem desimal.
  • Kita perlu mengingat angka desimal biner dari 0 sampai 9 saja.

Kerugian dari Kode BCD

  • Penjumlahan dan pengurangan BCD memiliki aturan yang berbeda.

  • Aritmatika BCD sedikit lebih rumit.

  • BCD membutuhkan lebih banyak jumlah bit daripada biner untuk mewakili bilangan desimal. Jadi BCD kurang efisien dibandingkan biner.

Kode alfanumerik

Digit atau bit biner hanya dapat mewakili dua simbol karena hanya memiliki dua status '0' atau '1'. Tetapi ini tidak cukup untuk komunikasi antara dua komputer karena di sana kita membutuhkan lebih banyak simbol untuk komunikasi. Simbol-simbol ini diperlukan untuk mewakili 26 huruf besar dan kecil, angka 0 sampai 9, tanda baca dan simbol lainnya.

Kode alfanumerik adalah kode yang merepresentasikan angka dan karakter alfabet. Sebagian besar kode tersebut juga mewakili karakter lain seperti simbol dan berbagai instruksi yang diperlukan untuk menyampaikan informasi. Kode alfanumerik setidaknya harus mewakili 10 digit dan 26 huruf alfabet, artinya total 36 item. Tiga kode alfanumerik berikut sangat umum digunakan untuk representasi data.

  • Kode Standar Amerika untuk Pertukaran Informasi (ASCII).
  • Extended Binary Coded Decimal Interchange Code (EBCDIC).
  • Lima bit Kode Baudot.

Kode ASCII adalah kode 7-bit sedangkan EBCDIC adalah kode 8-bit. Kode ASCII lebih umum digunakan di seluruh dunia sementara EBCDIC digunakan terutama di komputer IBM yang besar.

Kode Kesalahan

Ada teknik kode biner yang tersedia untuk mendeteksi dan mengoreksi data selama transmisi data.

Kode Kesalahan Deskripsi

Deteksi dan Koreksi Kesalahan

Deteksi kesalahan dan teknik kode koreksi