Jenis Wawancara

Bergantung pada kebutuhan, situasi, lokasi dan waktu, wawancara secara luas diklasifikasikan menjadi sepuluh kategori berbeda. Perekrut harus memiliki pengetahuan yang cukup untuk memahami jenis wawancara yang harus digunakan dan kapan.

Sepuluh jenis wawancara adalah sebagai berikut -

  • Structured Interview- Pada tipe ini, wawancara dirancang dan dirinci terlebih dahulu. Wawancara terstruktur telah direncanakan sebelumnya, akurat, dan konsisten dalam merekrut kandidat.

  • Unstructured Interview- Jenis wawancara ini tidak terencana, dimana kuesioner wawancara tidak disiapkan. Di sini, efektivitas wawancara sangat kurang dan ada banyak pemborosan waktu dan tenaga baik pewawancara maupun orang yang diwawancarai.

  • Group Interview- Dalam jenis wawancara ini, semua kandidat atau sekelompok kandidat diwawancarai bersama. Wawancara kelompok dilakukan untuk menghemat waktu ketika ada banyak lamaran untuk beberapa lowongan kerja. Sebuah topik akan diberikan untuk didiskusikan di antara para kandidat dan pewawancara menilai inovasi dan perilaku setiap kandidat dalam kelompok.

  • Depth Interview - Wawancara mendalam adalah wawancara semi terstruktur, dimana kandidat harus memberikan informasi yang rinci tentang latar belakang pendidikan, pengalaman kerja, minat khusus, dll. Dan pewawancara melakukan wawancara mendalam dan mencoba mencari keahlian kandidat.

  • Stress Interview- Wawancara stres dilakukan untuk mengetahui bagaimana seorang kandidat berperilaku dalam kondisi stres. Dalam jenis wawancara ini, pewawancara akan mengetahui apakah kandidat dapat menangani tuntutan pekerjaan yang kompleks. Kandidat yang menjaga ketenangannya selama wawancara stres biasanya adalah orang yang tepat untuk menangani pekerjaan yang membuat stres.

  • Individual Interview- Dalam wawancara individu, wawancara berlangsung satu lawan satu yaitu akan ada interaksi verbal dan visual antara dua orang, pewawancara dan kandidat. Ini adalah wawancara komunikasi dua arah, yang membantu menemukan kandidat yang tepat untuk posisi pekerjaan kosong.

  • Informal Interview- Wawancara semacam itu dilakukan secara informal, yakni wawancara akan dilakukan tanpa komunikasi tertulis dan dapat dilakukan di sembarang tempat. Tidak ada prosedur mengajukan pertanyaan dalam jenis wawancara ini, oleh karena itu wawancara ini akan menjadi jenis wawancara yang bersahabat.

  • Formal Interview- Wawancara formal dilakukan secara formal, yaitu calon akan diintimidasi terlebih dahulu tentang wawancara dan pewawancara merencanakan dan menyiapkan pertanyaan untuk wawancara. Ini juga disebut sebagaiplanned interview.

  • Panel Interview- Wawancara panel, seperti yang ditunjukkan oleh namanya, dilakukan oleh sekelompok orang. Dalam jenis wawancara ini, tiga sampai lima anggota panitia seleksi akan mengajukan pertanyaan kepada calon tentang berbagai aspek. Keputusan akhir akan diambil oleh semua anggota panel secara kolektif.

  • Exit Interview- Wawancara keluar dilakukan untuk karyawan yang ingin keluar dari organisasi. Pentingnya exit interview adalah untuk mengetahui mengapa seorang karyawan ingin meninggalkan pekerjaannya.

Contoh

Misalkan ada perusahaan perangkat lunak Global Systems, yang memiliki persyaratan eksekutif untuk posisi CEO. Posisi semacam ini tidak dapat dipenuhi dalam waktu singkat. Persyaratan semacam ini membutuhkan pengamatan yang tajam dan banyak perencanaan.

Ada berbagai jenis wawancara, yang dijelaskan dalam daftar di atas. Jenis wawancara terbaik yang cocok untuk mempekerjakan seorang CEO adalah "Wawancara Terstruktur". Mempekerjakan seorang CEO untuk sebuah organisasi adalah tugas besar dan hanya dapat dipenuhi dengan banyak perencanaan. Oleh karena itu proses wawancara perlu terstruktur dengan baik dan harus dijalankan dengan sempurna.