Kakek Menggendong Nenek

Dec 28 2022
Sebuah Puisi — Sebuah Pengingat Manis Bahwa Romansa Masih Tumbuh Ketika saya melihat kakek-nenek saya menari begitu dekat, saya tergerak dan terpesona oleh perasaan yang bersinar. Cinta yang begitu kuat, melampaui semua ketakutan mereka, Hati saya begitu penuh dengan saat-saat itu bersorak.

Sebuah Puisi — Sebuah Pengingat Manis Bahwa Romansa Masih Tumbuh

Foto oleh gaspar zaldo di Unsplash

Ketika saya melihat kakek-nenek saya menari begitu dekat,
saya tergerak dan terpesona oleh perasaan yang bersinar.
Cinta yang begitu kuat, melampaui semua ketakutan mereka,
Hatiku begitu penuh dengan saat-saat yang menyenangkan.

Kakekku, lengannya melingkari pengantinnya,
Seperti seorang pahlawan yang melindungi apa yang dipegang di sisinya.
Dia berputar dan dia mencelupkannya dengan anggun dan hati-hati,
Ini adalah pemandangan yang tidak bisa saya tahan untuk tidak berdiri dan menatap.

Cinta yang telah mereka bagikan adalah hal yang harus dilihat,
Mereka terus menari, itu adalah cerita yang tak terhitung.
Bagi mereka itu adalah pelajaran bahwa cinta tidak pernah pudar,
Dan usia bukanlah halangan dalam perjalanannya.

Kakek saya bangun di sana selama bertahun-tahun,
Tapi api cinta yang kuat masih ada di hatinya.
Dia menggendong nenekku dan dia menunjukkan,
Pengingat manis bahwa romansa masih tumbuh.

Terima kasih. Ikuti aku

BACA JUGA

Kaki Saya Bertanya Mengapa Anda Tidak Lagi Berjalan Dengan Saya Skuter Chetak Kakek Saya Pernikahan Lebih dari Sekadar Fasad Cinta Bukan Kisah Layar Perak Palsu