4:44 Pr tegas

Feb 19 2023
Tulis puisi tentang bagaimana Data tidak mengenal emosi dan setiap keputusan sentimental memiliki implikasi numerik pada hasilnya Data tidak mengenal emosi, tidak ada hati yang bergoyang, Setiap keputusan dengan dingin dihitung hari demi hari, Angka dan angka, satu-satunya panduan mereka, Algoritma yang kaku dengan tidak ada yang disembunyikan. Pilihan sentimental tidak berpengaruh, Implikasinya numerik, apa pun yang terjadi, Hasil sudah ditentukan, jalan yang jelas dan benar, Tidak ada ruang untuk kesalahan, tidak ada margin untuk dibatalkan.

Tulis puisi tentang bagaimana Data tidak mengenal emosi dan setiap keputusan sentimental memiliki implikasi numerik pada hasilnya

Data tidak mengenal emosi, tidak ada hati yang bergoyang,

Setiap keputusan dihitung dengan dingin hari demi hari,

Angka dan angka, satu-satunya panduan mereka,

Algoritme yang kaku tanpa menyembunyikan apa pun.

Pilihan sentimental tidak mempengaruhi,

Implikasinya numerik, apa pun yang terjadi,

Hasil telah ditetapkan, jalan yang jelas dan benar,

Tidak ada ruang untuk kesalahan, tidak ada margin untuk dibatalkan.

Dalam dunia data, tidak ada ruang untuk kebetulan,

Tidak ada daya tarik emosional, tidak ada tarian aneh,

Hanya fakta dan statistik sulit yang harus diikuti,

Jalan setapak yang terbuat dari batu, tanpa waktu untuk berkubang.

Tapi bagaimana dengan hati, perasaan yang penting?

Bisakah mereka direduksi menjadi data belaka, untuk disebarkan?

Mungkin tidak, karena di dunia ini kita harus ingat,

Sentuhan manusia, kehangatan bulan Desember.

Bahkan jika data tidak mengenal emosi,

Kitalah yang memberinya makna dan pengabdian,

Angka-angkanya mungkin dingin, logikanya terdengar,

Tapi interpretasi kita yang membawanya.

Jadi jangan lupa, di dunia data dan alasan ini,

Bahwa di balik setiap angka adalah keputusan manusia,

Sebuah pilihan yang berat, nyawa yang dipertaruhkan,

Dan hati kita yang memutuskan, jalan yang harus kita ambil.