Manfaat React.JS

Dec 12 2022
Pada fase 2 bootcamp rekayasa perangkat lunak saya, kami mulai mempelajari library/framework React.JS.

Pada fase 2 bootcamp rekayasa perangkat lunak saya, kami mulai mempelajari library/framework React.JS. Setelah menyelesaikan banyak lab, dan menghadiri kuliah, saya mulai memperhatikan skalabilitas menggunakan React daripada hanya JavaScript biasa.

Foto oleh Rahul Mishra di Unsplash

Pemrograman Deklaratif

Saat membuat kode di React, Anda memprogram secara deklaratif. Ini berarti kami menjelaskan apa yang harus dicapai oleh suatu program, dan bagaimana hal itu dicapai ditentukan oleh program tersebut. Dalam hal JavaScript biasa, Anda akan memprogram secara imperatif, yang berarti kami secara eksplisit memberikan tindakan yang harus diambil oleh suatu program, dan menjelaskan bagaimana suatu program harus menggunakan tindakan tersebut.

const header = document.createElement('h1');
header.textContent = "Hello World!";
header.className = "main";

const container = document.querySelector('#container')
container.append(header)

// JSX syntax
const header = <h1 className="main">Hello from React!</h1>;

ReactDOM.render(header, document.querySelector("#container"));

Komponen

React bekerja dengan menyusun aplikasi kita menggunakan komponen. Komponen adalah bagian dari halaman web kami yang memungkinkan mereka untuk menangani dan menerima data dan gaya mereka sendiri. Penggunaan komponen memungkinkan aplikasi menjadi sangat dapat digunakan kembali dan dapat diskalakan, sambil mempertahankan fungsi yang sama.

Kesimpulan

Analogi yang saya pelajari dari kelas adalah bahwa mempelajari React seperti mempelajari cara kerja mobil. Mobil memiliki banyak bagian yang mendasar untuk menghasilkan kendaraan yang fungsional. Mungkin berguna untuk mengetahui cara kerja mesin, transmisi, dan sistem suspensi, tetapi yang mungkin lebih penting adalah memahami cara menggunakan pedal, mengemudikan roda, dan mengganti gigi dengan benar.